Selasa, 22 November 2011

CROSS CB99T, 750 Ribu Dapat Apa..?

Hape CDMA terasa makin sulit ditemukan, apalagi yang Dual GSM CDMA.
Merk Cross menyajikan tipe CB99T dengan harga 700 ribuan, ternyata bukan hanya dual on malah triple on. Di bawah batery tersedia 2 slot SIM GSM bertumpuk, di sebelahnya ada 1 slot kartu CDMA.
Ketiganya dapat berkerja berbarengan, baik untuk terima telpon maupun SMS / MMS semuanya jalan otomatis. Kalau untuk call / menelpon maka kita harus memilih tekan tombol G1 (GSM 1), G2 atau C untuk menentukan pakai kartu mana, Dalam hal ini harus teliti agar tidak salah pilih kartu, akibatnya bisa-bisa beaya nelponnya tidak seperti yang diharapkan. Misalnya ingin call sesama IM3 tahu-tahu jadinya kena tarif bukan sesama !
Penerimaan sinyal cukup baik, hampir sama dengan hape merk-merk besar. Malah kualitas mendengar saat terima telpon sangat bagus, keras dan jelas padahal volume hanya separoh. Tapi kualias mic sepertinya kurang sensitif, seringkali lawan bicara bilang suara kita kecil disana.
Enaknya, kita bisa bebas pilih kartu mana yang diaktifkan melalui menu, mana yang dimatikan – menggantinya sangat mudah dan tidak perlu bongkar-pasang kartu, juga tidak perlu restart hape segala.
Memory internalnya kecil, belum dicoba apakah bisa aplikasi Java yang besar-besar. Untuk memory eksternal microSD dapat dipasang di slot samping tanpa harus buka batery – tapi katanya tidak hotswap jadi hape harus dimatikan baru boleh cabut kartu memory.
MicroSD dapat dikenali sebagai flashdisk saat disambungkan ke komputer pakai kabel miniUSB, tidak butuh driver – kecepatan transfer data cukup memuaskan. Bisa juga transfer data via bluetooth bluetooth (bisa 100-200 KBps) . Semuanya jalan stabil tidak ada keluhan.
Batery 1000 mAH cukup awet – untuk pemakaian normal bisa lebih dari 3 hari dibebani 2 kartu aktif, tapi kalau untuk nonton teve tentunya cepat habis. Konektor charger katanya mirip dengan Nokia tipe tertentu – tapi sempat dicoba pakai charger 6120c tidak berhasil – entah tipe yang mana. Oh ya batery bisa pakai BP-6M atau kompatibelnya.
Layarnya 2.2″, tidak istimewa – ukuran hurufnya campuran ada yang besar dan ada yang agak kecil. Tapi masih terbaca oleh mata plus.
Manajemen untuk teve dan radio cukup lengkap :

  • Tersedia puluhan channel teve, bisa diisi nama stasiun dan channel berapa. Bisa dilakukan manual satu persatu, tidak harus urut atau bisa juga pakai autoscan.
  • Pindah channel teve cukup ketik nomor channel yang diinginkan atau pakai dpad kiri-kanan. Saat pindah channel tampak nama stasiun teve.
  • Yang sedikit aneh, untuk merubah volume teve pakai tombol * (vol -) dan # (vol +).
  • Gambar teve bisa fullscreen bila tekan tombol pojok kanan bawah – di SPC 3000 malah tidak bisa fullscreen. Tapi warnanya kalah bagus dibanding SPC.
  • Begitu pula untuk radio FM – channel ada banyak dan mudah diberi nama stasiun radio. Volumenya terpisah dari volume teve. Bahkan bisa direkam dengan hasil sangat jernih.
  • Radio FM maupun teve bisa didengar suaranya, bisa dilihat gambarnya tanpa butuh handfree ! sangat membantu – jadi tidak ada kabel merepotkan.

  • Penangkapan sinyal TV lumayan dibanding beberapa hape lain, tapi kadang harus dibantu antena – untungnya antenanya gampang ditarik dan dimasukkan.
    Manajemen ini jauh lebih bagus dibanding banyak MP3 player yang punya radio FM ! Bahkan channel nya jauh lebih banyak dibanding PDAphone mahal !
    Keyboard qwerty nya cukup enak, memang kurang empuk tapi mudah untuk mengetik. Sayangnya label angka terlalu kecil hampir tidak terbaca dan warnanya merah tua diatas hitam jadi tambah nggak jelas. Dalam prakteknya bagi yang hafal letak angka di hape biasa tidak perlu lihat label pun bisa ngetik dengan lancar.
    Jarak antar tombol lumayan untuk mengetik tanpa salah pencet, kecuali di bagian OPTION, BACK, call G1 (GSM SIM 1), G2, C1 – harusnya agak besar sedikit – ini semuanya terlalu kecil !
    Tidak ada trackball, cuma pakai dpad 5 fungsi (directional pad kiri-kanan atas-bawah enter) , tapi cukup efektif dan mudah – malah dengarnya yang trackball sering problem dan harus rajin dibersihkan. Ada qwerty yang kurang nyaman, yaitu untuk ngetik angka harus tiap kali diawali tekan FN atau ALT, tapi disini cukup cerdas – bisa sering otomatis masuk mode angka tergantung di layar. Misalnya saat ngetik nomor telpon otomatis mode angka langsung aktif tanpa FN / ALT !
    Keyboard tampak jelas di kegelapan karena ada lampunya !
    Kapasitas SMS juga tidak terlalu banyak, berkisar 200an untuk GSM sedang CDMA hanya 30 di RUIM plus 50 di hape. Dan yang terasa mengganggu – sebagian baris atas layar (4-5 baris) dipakai sekedar judul, provider, nomor telpon, nama pengirim akibatnya isi SMS hanya terlihat sedikit di layar; baris-baris judul itu tidak bergeser saat naik / turun baris – sangat nggak enak !
    Warna tulisan cukup nyaman dan jelas.
    Kalau untuk mengetik SMS sih lancar dan enak, bisa juga kirim sekaligus ke banyak nomor (sekali SEND) – dimana saat kirim bisa pilih dari kartu mana.
    Tapi saat menelpon ternyata warna tulisan ada yang kurang jelas, karena merah tua diatas hitam – mirip penyakit lama di Nokia 5800, yaitu angka berapa detik menelpon – padahal penting lho !
    Fitur kamera 1.3 Mpx biasa saja malah tidak diberi lampu kilat ! Bisa juga untuk video recording dengan hasil gerakan agak patah dan resolusi hanya 320×240, tapi lumayan sih untuk sekedar mengabadikan momen. Bagusnya hasil video bisa di replay fullscreen, juga bisa milih ingin mulai dari adegan mana, bisa di pause-continue untuk lihat gambar tertentu !
    Juga ada beberapa mode seperti hitam putih, simulasi foto negatif, dsb.
    Diantara beberapa kekurangan yang telah disebutkan, ada 1 yang belum SSG sebut dan ini adalah hal yang paling krusial menurut SSG, yaitu absennya jack 3,5mm. Ini dikarenakan jack untuk headset/earphone berupa mini-USB yang juga digunakan untuk mengecharge hape.

    Kamis, 28 Juli 2011

    K-Touch E329, handphone Tiongkok yang sudah EVDO

    Saat ini di Indonesia, populasi handphone asal Tiongkok, yang sebagian besar sudah menjadi handphone lokal, sudah sangat banyak dan bervariasi. Ada sekedar handphone biasa, ada yang dilengkapi dengan televisi, ada yang dua kamera (kamera depan hanya untuk bernarsis ria, bukan untuk video call), ada yang 4 in 1 (1 handphone 4 kartu), ada yang hybrid (CDMA - GSM), bahkan yang pakai OS android pun juga ada. Namun, sangat jarang sekali kita menemukan handphone lokal dengan koneksi internet yang menggunakan jaringan EVDO.

    K-Touch E329 merupakan salah satu handphone hybrid, yang masih asli Tiongkok, dengan koneksi internet EVDO Rev.A. Handphone ini dilepas ke pasaran dengan harga di bawah 1 juta rupiah secara bundled oleh salah satu operator seluler milik Sinar Mas Group, yaitu SMART (yang kini telah bergabung dengan Fren dan menjadi Smartfren).

    Untuk urusan fitur, handphone ini tak kalah dengan handphone lokal lainnya. Handphone ini dipersenjatai dengan layar touchscreen resistive yang resposif, kamera 2 MP, dua slot kartu (RUIM dan SIM), slot microSD dengan kapasitas maksimal 2GB, mini USB, jack 3,5mm, accelerometer, dan cover belakang yang anti-licin.

    Kamera handphone ini, meski cuma 2 MP fixed focus dan tanpa flash, tapi gambar yang dihasilkan sangat bagus, bahkan hampir setara dengan gambar yang dihasilkan oleh kamera 2 MP milik Sony Ericsson. Hasil rekaman videonya pun sangat bagus. Meski hanya berformat 3gp, tapi kualitas visualnya setara dengan video berformat mp4. Bahkan resolusinya pun sudah 720 x 480 atau D1, yang notabene di atas VGA (640 x 480). Dan dengan refresh rate-nya yang sudah 60 Hz, video yang dihasilkan pun sangat halus, tidak pecah-pecah.

    Karena handphone ini dijual sepaket dengan kartu perdana SMART, maka otomatis slot RUIMnya hanya bisa digunakan untuk kartu SMART. Sedangkan slot GSMnya bebas. Selain itu, untuk koneksi internetnya (termasuk MMS), baik itu sebagai modem maupun mobile, handphone ini hanya bisa menggunakan jaringan EVDO CDMA. Dengan kata lain, kartu GSM yang kita gunakan pada handphone ini hanya bisa digunakan untuk telepon dan SMS.

    Seperti handphone Tiongkok/lokal lainnya, suara yang dihasilkan oleh speaker sangat kencang meski volume masih menunjukkan 1 bar. Begitu pula jika kita mendengarkan musik menggunakan earphone model earbud bawaan handphone. Suara yang dihasilkan juga kencang dan cenderung nge-bass. Bagi yang doyan audio SPL, ini merupakan hal yang bagus. Tapi bagi penganut aliran SQ, ini bukanlah hal yang bagus.

    Ada beberapa kekurangan yang ada pada handphone ini. Untuk pengisian (charging) baterai, dari low batt hingga penuh, butuh waktu 4 jam jika handphone posisi OFF, dan 6 jam jika handphone dalam posisi stand-by. Daya tahan baterainya pun hanya 3 hari (stand-by). Untuk media playernya, kita harus memasukkan lagu ke dalam media player list secara manual dengan cara memilih opsi refresh list, dan proses refreshnya membutuhkan waktu yang cukup lama dan tidak bisa diurutkan. Dan bagi yang malas menghapus SMS, handphone ini tidak bisa menyimpan banyak SMS. Itu karena SMS yang ada di Inbox dan Sent Item, baik itu dari kartu CDMA maupun GSM, tersimpan dalam 1 tempat.


    Sony Ericsson Elm, (nyaris) sempurna

    Sony Ericsson Elm, atau J102i, merupakan salah satu handphonea yang masuk dalam keluarga GreenHeart™. Seperti seri "hijau" lainnya, handphone serba daur ulang. Komponennya dibuat dari bahan daur ulang, charger baterainya dari bahan daur ulang, pouch kainnya (bonus) terbuat dari bahan daur ulang, dan semua itu dikemas dalam box yang juga terbuat dari bahan daur ulang. Untuk mengurangi penggunaan kertas, maka manual booknya ada di dalam handphone dalam bentuk e-book.

    Kelebihan dari handphone ini adalah value for money-nya yang sangat bagus. Dengan budget kurang dari 2 juta rupiah, kita sudah mendapatkan handphone dengan kamera 5 MP + autofocus + flash, Wi-Fi, HSDPA, layar yang anti gores, body tahan cipratan air dan debu, serta banyak fitur-fitur lain yang sangat banyak. Untuk kamera, kita semua tahu kualitas kamera Sony Ericsson merupakan salah satu yang terbaik, jadi tak perlu lagi untuk dibahas. Handphone ini juga dibekali dengan fitur accelerometer dan GPS. Fitur accelerometer bisa digunakan untuk auto-rotate dan aplikasi WalkMate Eco, sebuah widget yang menghitung jumlah langkah kaki kita dan jumlah CO2 yang bisa kita hindari untuk menyelamatkan bumi ini. Sedangkan untuk fitur GPS, handphone ini telah dipersenjatai dengan aplikasi navigasi bawaan Wisepilot, yang sayangnya masih trial 30 hari. Selain Wisepilot, handphone ini juga dilengkapi dengan Google Maps, yang juga terintegrasi dengan GPS. Jika kita gemar jogging atau bersepeda, aplikasi Tracker yang terintegrasi dengan GPS juga bisa membantu untuk mencatat jumlah kalori yang terbuang, jarak yang telah ditempuh, rute yang dilewati, dan kecepatan saat berlari atau bersepeda.

    Untuk masalah hiburan, handphone ini juga dilengkapi berbagai hiburan yang dapat dimanfaatkan untuk mengisi waktu luang. Salah satunya adalah aplikasi EcoMate. Aplikasi ini mirip dengan Tamagotchi, dimana kita akan diberi pilihan untuk "memelihara" seekor panda atau sekuntum bunga matahari. Tugas kita adalah membuat hewan peliharaan kita tetap senang dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan lingkungan. Setelah mencapai jumlah poin tertentu, kita akan mendapatkan "hadiah" berupa wallpaper atau ringtone. Selain game, handphone ini juga dipersenjatai dengan media player dengan tampilan khas Sony Ericsson dan memiliki berbagai macam pilihan skin serta pilihan equalizer, termasuk equalizer andalan Sony, MegaBass™.

    Yang menarik dari handphone ini adalah daya tahan baterainya yang bisa mencapai 10 hari non-stop. Selain itu, handphone ini juga dilengkapi dengan fitur Clear Voice, yang membuat suara lawan bicara kita saat telepon menjadi lebih jelas, dan Noise Shield, yang akan meredam kebisingan sekitar kita agar lawan bicara kita di telepon dapat mendengar suara kita dengan jelas.

    Kekurangan handphone ini sebenarnya tidak banyak dan tidak terlalu besar. Salah satunya adalah aplikasi navigasi WisePilot yang berbayar. Selain itu, tidak ada setting equalizer secara manual. Absennya kamera depan pada handphone 3G juga menjadi nilai minus, meski kita masih dapat membuat video call dengan menggunakan kamera belakang. Dan untuk region Asia-Pasifik, handphone ini tidak dilengkapi dengan tampilan sms secara Threaded-View (tampilan a la chatting) seperti yang diterapkan pada Elm untuk region lainnya.

    Tidak Lebih Baik dari Dual Sim yang Lebih Murah

    SerbaSerbiGadget, Samsung memiliki andalan untuk kelas handphone Dual SIM low-end, yaitu Samsung Ch@t 322, seperti handphone Dual SIM lainnya, handphone ini dikemas dengan QWERTY Pad untuk memudahkan komunikasi via aplikasi sosial seperti Yahoo Messenger ataupun facebook dan twitter, dan kelebihannya Ch@t 322 ini memiliki jalan pintas Home Screen sehingga memudahkan kita untuk memilih dan mengkostumisasi aplikasi yang kita pilih untuk jalan pintas, dan Samsung Ch@t 322 ini mempunyai kualitas suara yang sangat bagus untuk musik karena telah dilengkapi teknologi Samsung DNSE 3D, sehingga mendengarkan musik terasa sangat menyenangkan, apalagi dilengkapi dengan jack earphone 3.5 mm, dan kualitas pengambilan gambar melalui kamera 1.3 MP nya sudah terbilang bagus dikelasnya.Kelebihannya lagi kita dapat menyimpan back-up kontak-kontak serta pesan-pesan yang tersimpan di memori SIM dan handphone ke dalam micro SD yang kita pasang, sehingga tak perlu takut kehilangan data-data penting. Daya Tahan Baterai juga terbilang bagus.

    Hanya saja ada beberapa kekurangan yang menyebabkan handphone ini tidak bisa dibilang lebih baik dari handphone Dual SIM keluaran Merek China dikelasnya, sebut saja seperti yang pertama yaitu, tidak praktisnya penggantian SIM 1 ke SIM 2 ataupun sebaliknya yang harus menekan tombol yang disediakan disamping body handphone, sehingga kita sering salah atau lupa kalau melakukan panggilan ataupun mengirim pesan ke seseorang, sehingga terjadi kesalahan penggunaan nomer handphone yang seharusnya; Kedua, aplikasi default yang disediakan seperti Yahoo Messenger ataupun Facebook dan Twitter terasa terlalu berat untuk dijalankan pada handphone ini sehingga untuk masuk dan connect ke Facebook harus melalui proses yang sangat lama, sehingga lagi-lagi kita harus kembali menggunakan Opera Mini (yang harus di download sendiri) untuk berselancar di facebook, jadi terkesan aplikasi yang ditawarkan hanya sebagai penghias di handphone 

    Kesimpulannya, handphone ini tidak lebih baik dari handphone Dual SIM lainnya di kelasnya, karena memiliki kekurangan dalam hal yang penting, tetapi kelebihan yang ditawarkan pun juga cukup menarik , It's your call...