Hape CDMA terasa makin sulit ditemukan, apalagi yang Dual GSM CDMA.
Merk Cross menyajikan tipe CB99T dengan harga 700 ribuan, ternyata bukan hanya dual on malah triple on. Di bawah batery tersedia 2 slot SIM GSM bertumpuk, di sebelahnya ada 1 slot kartu CDMA.
Ketiganya dapat berkerja berbarengan, baik untuk terima telpon maupun SMS / MMS semuanya jalan otomatis. Kalau untuk call / menelpon maka kita harus memilih tekan tombol G1 (GSM 1), G2 atau C untuk menentukan pakai kartu mana, Dalam hal ini harus teliti agar tidak salah pilih kartu, akibatnya bisa-bisa beaya nelponnya tidak seperti yang diharapkan. Misalnya ingin call sesama IM3 tahu-tahu jadinya kena tarif bukan sesama !
Penerimaan sinyal cukup baik, hampir sama dengan hape merk-merk besar. Malah kualitas mendengar saat terima telpon sangat bagus, keras dan jelas padahal volume hanya separoh. Tapi kualias mic sepertinya kurang sensitif, seringkali lawan bicara bilang suara kita kecil disana.
Enaknya, kita bisa bebas pilih kartu mana yang diaktifkan melalui menu, mana yang dimatikan – menggantinya sangat mudah dan tidak perlu bongkar-pasang kartu, juga tidak perlu restart hape segala.
Memory internalnya kecil, belum dicoba apakah bisa aplikasi Java yang besar-besar. Untuk memory eksternal microSD dapat dipasang di slot samping tanpa harus buka batery – tapi katanya tidak hotswap jadi hape harus dimatikan baru boleh cabut kartu memory.
MicroSD dapat dikenali sebagai flashdisk saat disambungkan ke komputer pakai kabel miniUSB, tidak butuh driver – kecepatan transfer data cukup memuaskan. Bisa juga transfer data via bluetooth bluetooth (bisa 100-200 KBps) . Semuanya jalan stabil tidak ada keluhan.
Batery 1000 mAH cukup awet – untuk pemakaian normal bisa lebih dari 3 hari dibebani 2 kartu aktif, tapi kalau untuk nonton teve tentunya cepat habis. Konektor charger katanya mirip dengan Nokia tipe tertentu – tapi sempat dicoba pakai charger 6120c tidak berhasil – entah tipe yang mana. Oh ya batery bisa pakai BP-6M atau kompatibelnya.
Layarnya 2.2″, tidak istimewa – ukuran hurufnya campuran ada yang besar dan ada yang agak kecil. Tapi masih terbaca oleh mata plus.
Manajemen untuk teve dan radio cukup lengkap :
Penangkapan sinyal TV lumayan dibanding beberapa hape lain, tapi kadang harus dibantu antena – untungnya antenanya gampang ditarik dan dimasukkan.
Manajemen ini jauh lebih bagus dibanding banyak MP3 player yang punya radio FM ! Bahkan channel nya jauh lebih banyak dibanding PDAphone mahal !
Keyboard qwerty nya cukup enak, memang kurang empuk tapi mudah untuk mengetik. Sayangnya label angka terlalu kecil hampir tidak terbaca dan warnanya merah tua diatas hitam jadi tambah nggak jelas. Dalam prakteknya bagi yang hafal letak angka di hape biasa tidak perlu lihat label pun bisa ngetik dengan lancar.
Jarak antar tombol lumayan untuk mengetik tanpa salah pencet, kecuali di bagian OPTION, BACK, call G1 (GSM SIM 1), G2, C1 – harusnya agak besar sedikit – ini semuanya terlalu kecil !
Tidak ada trackball, cuma pakai dpad 5 fungsi (directional pad kiri-kanan atas-bawah enter) , tapi cukup efektif dan mudah – malah dengarnya yang trackball sering problem dan harus rajin dibersihkan. Ada qwerty yang kurang nyaman, yaitu untuk ngetik angka harus tiap kali diawali tekan FN atau ALT, tapi disini cukup cerdas – bisa sering otomatis masuk mode angka tergantung di layar. Misalnya saat ngetik nomor telpon otomatis mode angka langsung aktif tanpa FN / ALT !
Keyboard tampak jelas di kegelapan karena ada lampunya !
Kapasitas SMS juga tidak terlalu banyak, berkisar 200an untuk GSM sedang CDMA hanya 30 di RUIM plus 50 di hape. Dan yang terasa mengganggu – sebagian baris atas layar (4-5 baris) dipakai sekedar judul, provider, nomor telpon, nama pengirim akibatnya isi SMS hanya terlihat sedikit di layar; baris-baris judul itu tidak bergeser saat naik / turun baris – sangat nggak enak !
Warna tulisan cukup nyaman dan jelas.
Kalau untuk mengetik SMS sih lancar dan enak, bisa juga kirim sekaligus ke banyak nomor (sekali SEND) – dimana saat kirim bisa pilih dari kartu mana.
Tapi saat menelpon ternyata warna tulisan ada yang kurang jelas, karena merah tua diatas hitam – mirip penyakit lama di Nokia 5800, yaitu angka berapa detik menelpon – padahal penting lho !
Fitur kamera 1.3 Mpx biasa saja malah tidak diberi lampu kilat ! Bisa juga untuk video recording dengan hasil gerakan agak patah dan resolusi hanya 320×240, tapi lumayan sih untuk sekedar mengabadikan momen. Bagusnya hasil video bisa di replay fullscreen, juga bisa milih ingin mulai dari adegan mana, bisa di pause-continue untuk lihat gambar tertentu !
Juga ada beberapa mode seperti hitam putih, simulasi foto negatif, dsb.
Diantara beberapa kekurangan yang telah disebutkan, ada 1 yang belum SSG sebut dan ini adalah hal yang paling krusial menurut SSG, yaitu absennya jack 3,5mm. Ini dikarenakan jack untuk headset/earphone berupa mini-USB yang juga digunakan untuk mengecharge hape.